_

_

"The Jakmania Banjarnegara, Kanggo Persija Apa Bae Tak Lakoni"
Tampilkan postingan dengan label JakMania_Bara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JakMania_Bara. Tampilkan semua postingan

Five Years Full Of Story

Genap 5 tahun sudah sebuah komunitas kecil bagian dari organisasi besar bernama The Jakmania. Ya, The Jakmania Banjarnegara merayakan hari jadinya yang ke-5. Suka, duka, canda, tawa dan tak sedikit pula air mata serta tetes keringat yang berbaur dengan semangat berkobar mendukung sebuah klub bernama PRSIJA JAKARTA.

Mungkin bagi umur manusia 5 tahun masih sangat belia namun bagi sebuah komunitas kecil bagian dari organisasi besar adalah hal yang tak mudah, 5 tahun penuh cerita mungkin pantas disajikan dalam tema hari jadi Jakmania Banjarnegara. "Five Years Full Of Story" sebuah judul yang pantas diangkat.

Bertempat diSaung Tapen Klampok tertanggal 27 Juni 2015 acara perayaan kecil yang dibarengi dengan buka puasa bersama (bukber) berlangsung, 25 crew dan anggota hadir dalam acara HUT Jakmania Banjarnegara. Acara berlangsung singkat dan sederhana namun semua penuh makna dan hikmat.

Semua harapan serta doa tak henti dipanjatkan.
Dirgahayu Jakmania Banjarnegara. 27 Juni 2010 - 27 Juni 2015
Five Years Full Of Story
Tulisan admin @Jakmania_BARA

Bayu Setiyo From Nothink To Something

Bayu Setiyo, mungkin bagi kalian nama ini asing dan mungkin bagi mereka banyak yang tidak mengenal sosok seorang Bayu Setiyo. Lahir dikabupaten kecil, ya. Banjarnegara. kota kecil yang terletak diantara kabupaten Wonosobo dan Banyumas - Purbalingga - Purwokerto. 8 September 1990 menjadi hari kelahirannya. Terlahir dari keluarga sederhana berkediaman didesa Talunamba, Madukara - Banjarnegara.

Sosok sederhana dengan segala kejeniusannya membawa dia bergabung bersama kami dalam keluarga kecil pendukung klub sepak bola yang berasal dari JAKarta. PERSIJA JAKARTA, karnanyalah kami disatukan dan karnanyalah kami ada. Bayu Setiyo bukan juga sebagai Ketua Jakmania Banjarnegara. Dia hanya seorang pengurus, satu dari beberapa pengurus yang paling aktif dalam organisasi ini.

Suka duka bersamaya mulai dari rencana kecil hingga rencana tour untuk mendukung PERSIJA JAKARTA berlaga telah kami lakoni dengan segala kemampuan yang ada. Rencana selanjutnya adalah Hari Jadi kami (The Jakmania Banjarnegara) tidak semulus apa yg kami harapkan pada awalnya. Kenekatannya membuat rencana ini semakin terang dan satu per satu masalah yang menghinggap telah selesai.

Ulang tahun yang ke-4 The Jakmania Banjarnegara, 27 Juni 2014, namun karna beberapa hal akhirnya kami dan Bayu Setiyo memutuskan untuk mengundurkan acara hingga tanggal 29 Juni 2014. H-2 tepatnya Rabu, 25 Juni 2014 semua dipastikan fix dan sesuai rencana. Sempat juga dia memikirkan untuk mendaki pada tanggal 26 Juni 2014 sehingga nantinya beberapa anggota yang ikut mendaki bisa sedikit merayakan dipuncak. Pada tanggal 26 Juni 2014 pagi hari sekitar pukul 06:17 WIB dia sempat memposting agenda digrup dan mengajak semua anggota.

Siang telah lalu, hingga tiba sore hari. Entah kenapa tanpa ada satu anggota maupun pengurus yang tau keberadaanya, Dia menghilang seolah ditelan bumi nomor hpnya tidak bisa dihubungi. Hujan deras mengguyur hampir seluruh bagian Jawa Tengah, dan beberapa anggota telah siap ditempat awal kita janjian. namun hujan tak kunjung reda hingga salah seorang anggota memutuskan untuk pulang.

27 Juni 2014 bertepatan dengan hari jadi The Jakmania Banjarnegara berita buruk yang amat sangat tidak kami inginkan datang. Bayu Setiyo yang telah menghilang dari tanggal 26/6 sore Kecelakaan sekitar pukul 15.30 WIB diMadukara, dan saat mendengar kabar tersebut Bayu Setiyo berada disalah satu rumah sakit ahli bedah tulang. Kami menangis dan kami bersedih.

Sore harinya perwakilan dari kami datang ke rumah sakit dimana Bayu Setiyo dirawat. Saya pribadi mengis melihat kondisinya. Namun semua ini diluar dugaan sebelumnya, beberapa hari dirawat dan kami disini mendoakan yang terbaik untuknya. 2 hari selanjutnya kami mendengar hal yang lebih buruk, memaksa kami untuk segera datang kesana.

Benar adanya, hal yang lebih buruk terjadi padamu teman. Salah satu dari kakimu divonis mati, deru harap tak terjadi. Namun kenyataanya berkata lain, setelah apa yang kami lihat dengan mata kepala kami sendiri. Tak ada kata lain selain hanya bisa memberimu semangat dan memanjatkan doa agar kau lekas semuh. Tetap semangat teman, sakit yang kau rasakan seakan kami ikut merasakan. dan Perjuanganmu untuk sebuah nama besar The Jakmania dan Persija patut menjadi contoh bagi kami para anggota. Walau kini langkahmu tak sesempurna dulu kami yakin tak mengurangi sedikitpun kecintaanmu terhadap kami, klub yang menyatukan kita. Terimakasih Bayu Setiyo :). Mari sejenak menundukan kepala dan berdoa untuk kesembuhannya.

Tulisan admin @Jakmania_BARA
Bayu Setiyo on Facebook
Bayu Setiyo on Twitter

Fanaticism4Pride

Selamat ulang tahun Jakmania Banjarnegara, tetaplah semangat mendukung PERSIJA hingga ajalmu tiba. Tulisan ini aku awali dari lagu Briyan Dhanz Jimmy yang sedikit aku ganti lyric dari Jakmania Garis Keras menjadi Jakmania Banjarnegara, dan maaf sebelumnya buat bang Jimmy gak ijin dulu ngerubah lyric lagunya :D Terbentuknya The Jakmania Banjarnegara dengan semangat yang panas dan usaha yang ganas, sebuah doa kepada sang kuasa agar diluruskan arah dan tujuan kita.

Kini telah berdiri tegak bagai sebuah tombak yang tetap kuat dari jutaan hinaan. Satu demi satu, bersatu kita padu dan mundur menjauh untuk mereka yang rapuh. Memang datang dan pergi yang membuat main hati, dalam perjalanan ini memang banyak rintangan dan tak sedikit hinaan untuk mencapai sebuah tujuan. Untuk kita yang lemah, untuk kita yang rapuh kini saatnya kita petik jerih payah selama 4 tahun ini.

 27 Juni 2014 Jakmania Banjarnegara genap berusia 4tahun. Untuk ukuran umur manusia mungkin angka 4tahun masih terbilang umur yang kecil, dimana umur 4tahun baru saja melepas gelar balita dan beranjak pada gelar kanak - kanak. Namun lain cerita jika angka 4tahun diterapkan dalam sebuah organisasi, 4tahun bukan waktu yang sikat dan 4tahun untuk orgasisasi adalah angka yang cukup dan bisa dibilang besar. Jakmania Banjarnegara kita perlahan mulai menunjukan keberadaanya. Aku memang bisa dibilang masih baru di Jakmania Banjarnegara, karna baru sekitar 1tahun lalu aku bergabung dengan organisasi ini. Namun dalam waktu 1tahun ini Jakmania Banjarnegara telah memberikan aku banyak hal, mulai dari teman baru dan keluarga baru tentunya.

Keluarga kecil inilah yang membuat aku begitu nyaman dan selalu merasa terlindungi saat kami beranjak pergi menuju stadion dimana Persija berlaga. Sebuah kebahagiaan kecil yang belum pernah aku jumpai dilingkungan lain. Mungkin karna kami didasari oleh kecintaan dan kebanggaan yang sama sehingga membuat kami begitu dekat, membuat kami saling mengerti dan memahami satu sama lain. Memang selama ini aku akui kalau aku belum bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk Jakmania Banjarnegara dan Persija itu sendiri. Diakhir tulisan ini aku berharap semoga untuk kedepannya Jakmania Banjarnegara menjadi semakin kompak dan tetap pada tujuan awal yaitu mendukung tim Persija Jakarta. dan semoga Jakmania Banjarnegara akan tetap hangat dan selalu satu. Terimakasih kamu Jakmania Banjarnegara, maaf tidak bisa memberimu kado indah. Hanya tulisan ini yang mungkin penyusunan dan pemilihan katanya masih terlalu buruk. Terimakasih Persija. #Fanaticism4Pride #PersijaSelamanya
 Tulisan anggota@Jakmania_BARA Etha Afra

Sebutan JakAngel Untukku Masih Kupertanyakan

Jam di Handphone ku menunjukan pukul 23.05 WIB, dimana kurang dari 1 jam lagi akan berganti tahun. Malam ini aku habiskan hanya untuk tiduran dikamar mendengarkan MP3, ya seperti tahun - tahun sebelumnya jika pergantian tahun aku selalu tak ikut merayakan seperti kebanyakan orang diluar sana. Bukan tentang malam pergantian tahun yang akan aku bahas disini namun tentang sebutan JakAngel untukku.

Jak Angel ? Mungkin kata itu tidak asing lagi bagi kebanyakan orang apalagi bagi mereka yang mengatakan dirinya suporter sepakbola. Kita tau Jak Angel adalah sebutan bagi seorang wanita yang menyukai sebuah klub asal Ibukota yaitu Persija Jakarta. Seperti halnya aku, aku sendiri juga menyukai Persija. Sudah lama memang, sejak aku duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Dulu bagi anak SD seperti aku mungkin hanya taunya menyukai, namun lama kelamaan rasa cinta itu muncul. Bangga saat Persija menang, dan sakit saat Persija kalahpun muncul didadaku. Tapi selama ini aku baru bisa sekali menyaksikan Persija secara langsung distadion.

Pernah suatu ketika saat aku sedang bermain Facebook melihat status salah seorang Jakmania yang membuat aku langsung lemas. "Kalo suka Persija jangan cuma update #PersijaDay di fb saja, tapi datang langsung juga ke STADION! dan jangan jadi suporter layar kaca!." Seseorang itu pastinya telah merasakan atmosfer didalam stadion saat Persija Berlaga, baik kandang, maupun tandang. Sesaat setelah membaca kiriman ini bandanku terasa langsung lemas dan aku langsung berfikir untuk berhenti mendukung Persija.

Aku yakin kiriman itu bukan ditunjukan langsung pada karna memang waktu itu aku jarang muncul di Facebook. Tapi entah kenapa aku merasa bahwa aku adalah sasarannya. Sejak itu aku sendiri mulai minder untuk berkumpul lagi dengan teman - teman Jakmania Banjarnegara, mulai malu pada mereka yang mungkin sudah berkali -kali merasakan datang di stadion. Sempat terbesit dipikiranku untuk keluar dari grup Jakmania Banjarnegara. Tapi itu semua aku tahan manakala aku mulai menyadari dan yakin bahwa suatu saat aku bisa menyaksikan langsung kembali.

 Dan keinginan untuk berdiri di tribun berbaur bersama rekan Jakmania yang lain akan terwujud. Namun apakah aku pantas di sebut Jak Angel yang hanya bermodalkan sekali menyaksikan Persija secara langsung?
Sebutan JakAngel Untukku Masih Kupertanyakan

Tulisan salah seorang anggota @JakMania_BARA

Belajar Menjadi Suporter

Menjadi seorang suporter saat ini mungkin sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Entah menjadi benar - benar seorang suporter yang selalu hadir di tribun untuk mendukung kesebelasannya berlaga, atau menjadi "Suporter Cafe" saat team kebanggaannya berlaga. Menjadi seorang suporter terutama suporter klub lokal tidaklah murah. Ada biaya yang harus dikeluarkan dengan jumlah yang lumayan menguras tabungan apalagi untuk ukuran kantong anak sekolah atau mahasiswa sekalipun.

Itu semua belum termasuk untuk membeli segala pernak - pernik semisal syal, jersey, ataupun yang berhubungan dengan klub kebanggaan. Belum lagi trend casual yang sekarang marak terjadi. Sepatu dengan brand luar negeri serta atribut lainnya yang sudah pasti harganya tidak murah, belum lagi waktu yang harus dihabiskan saat menyaksikan klub kebanggaanya berlaga. Dari berangkat ke stadion sampai pulang dari stadion. Apalagi kalau team kebanggaanya itu sampai tandang ke luar kota. Itupun masih ditambah dengan harus mengatur waktu apabila ada jadwal kumpul dengan komunitasnya.

Disini persoalaan muncul. Saat usia beranjak dewasa dan keinginan untuk mencari jati diri muncul, waktu adalah sesuatu yang sangan mahal harganya. Ada banyak kepentingan yang harus dipenuhi. Kumpul bersama dengan komunitasnya atau kumpul bersama teman main bahkan kumpul dengan keluarga. Ada orang yang bisa membagi waktu dengan mudahnya karena ada prioritas - prioritas yang sudah dibuat dan tidak sedikit yang mengeluh karena tidak punya waktu luang lebih banyak.

Akhirnya, dibutuhkan kesungguhan hati dan ketulusan saat kita benar - benar ingin menjadi seorang suporter. Tidak cukup hanya chant semangat yang sering kita teriakan saat mendukung team kebanggaan atau status loyalitas tanpa batas di akun media social yang kita punya. Dibutuhkan tenaga ekstra, pikiran ekstra dan kemampuan manajerial yang baik dalam segala hal seperti mengatur waktu, keuangan serta menjaga kondisi tetap fit agar sewaktu - waktu bisa tetap mendukung team kebanggaan berlaga.

Kalau masih belum bisa juga mengatur segalanya dengan baik, SAMA. Karena itu mari kita belajar bersama. Seberat apapun beban apabila kita mencoba untuk mengangkatnya bersama - sama tidak akan terasa berat jadinya. Yakinlah, apa yang kita pelajari di komunitas ini akan berguna dikehidupan kita nanti. itu pasti karena dari sini kita dituntut untuk menjadi manager yang handal minimal untuk diri kita sendiri. Tapi, semua pilihan ada ditangan kita sendiri karena ini hidup kita dan kita yang memutuskan seperti apa hidup kita kelak.


Tulisan salah seorang anggota @JakMania_Bara
Teguh Suprianto

Penantian 6 Tahun Terbayar 5 Menit

Kami satu jiwa, kami satu cipta
Kami satu cinta Persija
Demi kemenangan, demi kejayaan
Demi kesatuan Persija

Putaran kedua ISL musim 2012/2013 segera dimulai dimana laga awal Persija akan menjamu Persiba Balikpapan. Namun seperti musim sebelumnya, Persija menjadi tim musafir. Ya kita tahu Persija, sebuah klub yang asal Ibukota namun belakangan ini sulit menggelar laga dikotanya sendiri, kota dimana Persija dilahirkan, kota yang mendunia namun banyak juga sebagian orang yang membenci kota ini yaitu Jakarta. Begitu banyak alasan yang membuat Persija harus melakoni laga kandang tapi seperti laga tandang dikota lain.

Dan kali ini pun Persija harus menggelar laga kandang dirumah keduanya melawan Persiba di stadion Manahan Solo. Solo, sebuah kota di Jawa Tengah yang jaraknya tak begitu jauh dari kota kelahiranku Banjarnegara. Mungkin hanya membutuhkan waktu 4-5 jam jika menggunakan motor untuk sampai di Solo. Keinginan ku untuk menyaksikan Persija secara langsung di stadion kembali muncul, karna aku sendiri memang belum pernah menonton Persija live di stadion. Selama ini aku hanya bisa menyaksikan Persija melalui layar kaca saja. Namun apa mungkin aku diijinkan orang tuaku jika aku bilang ingin menonton Persija di stadion ? Sudah berulangkali sebelumnya aku pernah ijin namun hasilnya nihil, restu orang tua tak pernah kudapatkan. Mungkin karna aku wanita sehingga orangtua tak pernah memberi ijin. Karna keinginanku besar, akhirnya aku memutuskan untuk berbohong dan bilang kalo tgl 11 Mei aku ada acara di sekolah sehingga mewajibkan siswa harus menginap di sekolah, ya mungkin itu cara yang tepat agar aku bisa berangkat ke Manahan.

Setelah perijinan dan persiapan beres, Sabtu pagi sekitar jam 8 aku dan 4 rekan Jakmania Banjarnegara berangkat, tetapi kami tak langsung ke Solo namun tujuan kami adalah Purwokerto, karna kami akan berangkat bersama rombongan Jak Purwokerto, Jak Sumpiuh dan Jak Purbalingga dari Purwokerto. Sekitar jam 10 kami sampai diterminal Purwokerto, sambil menunggu dijemput oleh rekan jak Purwokerto kami pun duduk2 di warung sambil bersenda gurau. Rencana yang semula akan dijemput jam 10 diterminalpun mundur ke jam 12an. Aku pikir waktu itu akan langsung berangkat karena waktu memang sudah siang, tetapi dugaanku salah, justru kami berkumoul dulu di Taman Satria hingga sekita jam 13.30 kamu semua baru start dari Purwokerto. Melihat jam yang sudah begitu siang apa mungkin kami sampai Manahan tepat waktu ? Tetapi kami semua optimis sampai Manahan tepat pada waktunya.

Mobil kami melaju dengan kencang, karna aku tidak satu mobil dengan rekan Jak Banjar aku memilih lebih banyak diam mendengarkan yang lain bercerita dan bergurau karna aku tak mengenal satu orangpun yang ada didalam mobil itu. Sekita jam 4 kami semua berhenti di rumah makan untuk mengisi perut yang mungkin memang dari pagi belum terisi nasi. Setelah perut terisi kami semua melanjutkan perjalanan. Aku melihat jam di hp yang menunjuk ke angka 5 lebih dan kami masih tertahan di Kulon Progo. Aku sendiri tak begitu paham dengan daerah ini sudah dekat kah dengan Solo atau bahkan masih jauh. Namun bayang2 jika kami tak sampai solo pada tepat waktu menari nari dipikiranku.

Rasa khawatir menyelimuti hatiku mungkin rekan rekan Jakmania yang lain juga. Jam terus melaju begitu juga dengan mobil kami, namun kami tak kunjung sampai tujuan, jangankan Solo, Sleman pun sepertinya belum padahal sudah kick off babak pertama. Suasana mobil pecah, semua cemas dan semua takut telat. Aku sendiri juga cemas, takut jika aku gagal menyaksikan Persija langsung untuk yang pertama kali. DItengah keheningan kami mendapat kabar bahwa Persija telah unggul 1-0 atas Persiba, seisi mobil kembali gembira terlihat senyum menghiasi wajah kami. Tetapi rasa khawatir dan bayang2 gagal menonton Persija terus menghantuiku ketika babak pertama telah usai.

Rasa takut kembali menyerang manakala babak kedua telah dimulai. Sang sopir membanting setir dengan kencang, kami hanya boisa berdoa agar tetap bisa menonton Persija sesampainya di Manahan, namun sayang beribu sayang entah setan apa yang menghinggapi kami ditengah2 kepanikan dan laju kencang mobil kami selalu dihadang Lampu Merah sepertinya merekapun tak ingin kami sampai manahan.

Pertandingan menyisakan sekitar 15menit lagi dan akhirnya kami sampai di Manahan. Ini pertama kalinya aku menginjakan kaki di Manahan. Kami semua langsung berlari menuju pintu masuk, dan lagi2 Deli Fortuna tak berada dipihak kami. Kami tak diijinkan masuk oleh petugas. Aku lemas, kecewa, ingin sekali aku menangis namun aku tahan. Aku hanya bisa berdiri di luar stadion sambil memandang megahnya stadion Manahan yang menjadi kebanggaan kota Solo. Aku berpikir mungkin karna ijinku yang salah pada orangtua sehingga Tuhanpun ikut tak mengijinkan aku menonton Persija. Sorak sorai penonton sedikit terdengar hingga keluar stadion, inilah suara yang selalu membuat aku merinding saat menyaksikan Persija lewat layar kaca. Akhirnya setelah beberapa menit pintu masuk dibuka dan aku langsung berlari menuju pintu berdesakan dengan yang lain berusaha untuk masuk sebelum pertandingan selesai. 

Kurang dari 5menit mungkin pertandingan akan berakhir dan akhirnya aku bisa berdiri di tribun dimana tepat di depanku 11 punggawa Macan sedang bertanding. Inilah kali pertama aku menyaksikan Persija secara langsung sejak aku mulai menyukai Persija dari kelas 5 SD dan berdiri dengan ribuan Jakmania yang lain. Wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dan Persijaku unggu 2-1 atas Persiba. Walaupun hanya 5menit, walau aku tak melihat gol cantik yang dilesahkan oleh pemain Persija namun aku bangga akhirnya aku bisa berdiri disini. 5menit yang begitu berarti untukku setelah hampir 6tahun aku menunggu momen ini. Ya 5menit, awal yang tak begitu bagus memang namun 5menit ini yang terus menambah semangatku mendukung Macan Kemayoran. Terimakasih Persijaku.



Tulisan salah seorang anggota @JakMania_BARA
Etha Afraa

Piala Itu Berhasil Kami Bawa Pulang

Entah dengan kata-kata apa yang bisa untuk membuka tulisan kali ini, keringat kami terbayar lunas tuntas. Tak sia-sia kami datang jauh-jauh dari Banjarnegara menuju Kebumen, kota dimana TJMO Jilid 02 diselenggarakan. Setelah sebelumnya kami hanya bisa menempati urutan ke-3 bersama Jakmania Purwokerto, kali ini kami bisa keluar sebagai juara. Grup A, dijuluki grup neraka dimana diisi oleh Jakmania Kebumen (Juara 1 pada TJMO pertama sekaligus bertindak sebgai tuan rumah), Jakmania Cilacap (Sebagai RunnerUp TJMO Pertama), Jakmania Purwokerto (Juara III bersama dengan kami pada TJMO pertama).

Sulit bagi kami, namun semangat dan tekad kami kuat, dan kami yakin bisa keluar sebagai Juara. Namun sayang, Pertandingan pertama kami melawan Jakmania Kebumen hanya berakhir seri dengan skor 2-2. Pertandingan kedua kami hanya bisa tertunduk saat kami kalah dari Jakmania Sumpiuh. Namum pertandingan terakhir kami menang telak dengan skor 4-1, Pon kami dengan Jakmania Sumpiuhpun sama, 4 poin.

Setelah penyisihan grup selesai kamipun masuk ke babak semifinal, dimana pada babak penyisihan kami menang selisih gol, kami +1 sementara Jakmania Sumpiuh -1. yaps, Jakmania Kebumen dan Jakmania Banjarnegara keluar sebagai juara grup. Pertandingan semifinal pertama kami melawan Purworejo. kami menang dan masuk Final, difinal kami bertemu dengan Cilacap Barat, yaps Jakmania Cilacap dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Jakmania Cilacap Kota dan Jakmania Cilacap Barat.

Berdebar dan kamipun berdoa semoga bisa menang melawan Jakmania Cilacap Barat, dan benar adanya delifortuna sedang berada dipihak kami. Priitttt.....Priittt ... Prrriiiiittttttt,,, Dan kami keluar sebagai juara. Hanya bisa berteriak senang dan bersyukur saat peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Seakan tak percaya bahwa kami keluar sebagai juara.
Tulisan salah seorang anggota @JakMania_BARA

Perbedaan Fans Dan Suporter

Tentunya kita semua pernah mendengar istilah seperti fans atau supporter. Sepintas keduanya memang memiliki arti yang sama tapi ketika gue sotoy mengkajinya lebih dalam lagi dengan mengikuti kuliah umum di kantor-kantor lurah, walau gak ada hubungannya tapi akhirnya gue berhasil menemukan perbedaan dari dua istilah tersebut terutama dalam bidang sepak bola.

Pertama-tama mari kita mulai dari Fans, menurut gue fans itu adalah orang yang menyukai sesuatu dalam bahasan kali ini gue mau ambil contoh klub sepak bola. Ya, sekali lagi fans itu menurut gue adalah orang yang menyukai sesuatu, hanya sampai suka saja? apa tidak mencintai? oke mungkin sampai mencintai juga tapi ketika sudah sampai mencintai itu artinya dia sudah menjadi fans fanatik tapi kalau baru sampai suka aja sih namanya baru fans.

Sedangkan kalau supporter menurut gue bisa dilihat dari kata dasarnya yaitu  support (dukung, red) yang diberikan akhiran -er menjadikannya menjadi kata sifat yaitu pendukung, jadi supporter menurut gue adalah pendukung sesuatu, secara logis kalau sudah menjadi pendukung otomatis akan mendukung kalau sudah mendukung biasanya ikhlas dan apapun yang terjadi pasti akan tetap mendukung dengan segenap kemampuannya.


Jadi kalau dalam suatu kasus misalnya ketika salah satu klub sepak bola kalah di satu pertandingan dengan skor yang cukup telak 3-0 misalnya, ketika inilah perbedaan itu cukup terlihat. Seorang fans mungkin akan kesal dan marah terhadap klub karena tidak terpenuhi ekspetasinya, dan seorang fans fanatik mungkin akan mulai mencela kelemahan ataupun kesalahan klub tanpa memberi saran atau solusi ataupun kalimat positif untuk menjaga moral para fans lain ataupun diri sendiri tetap terjaga stabilitasnya, lebih parah lagi kalau fans karbitan yang cuman ada waktu senang tapi melarikan diri luntang-lantung mencari klub lain yang sedang naik daun ketika klub itu sedang terpuruk. Sedangkan dalam kondisi seperti ini seorang supporter akan tetap melantunkan lagu-lagu chant dari klub dan tetap memberi dukungan mereka dengan hal-hal positif meskipun pasti dalam kondisi seperti itu mereka juga merasa kecewa, tapi itulah supporter, tetap memiliki kepercayaan yang besar dan realistis sekalipun klub yang dia cinta itu harus menelan kekalahan.


So dari satu kasus apa sudah terlihat perbedaannya? kalo belum ya silahkan dibaca lagi, dicerna lagi siapa tau setelah dibaca berulang-ulang baru ngeh maksud dari tulisan gue ini. Atau perlu gue kasih contoh kasus lagi? oke sekarang gue ambil kasus yang lebih gampang buat di cerna, kali ini kasus dalam berpacaran misalnya. Ketika hubungan sedang terombang-ambing digoyahkan oleh ombak masalah, seorang supporter pasti akan setia mendukung, mentransfer pundi-pundi aura positif karena sifatnya yang suka sekali men-support apapun dan bagaimanapun keadaannya. Beda halnya dengan fans yang mungkin tidak akan seperti supporter, sekalipun dia tetap setia untuk menyukai dan mencintai tapi tidak banyak yang dia lakukan, tidak mendukung tidak memberikan hal positif jadi flat aja, membiarkan berlalu sesuai dengan berjalannya waktu. Kira-kira seperti itu kalo diambil dari contoh kasus kedua, semoga udah pada ngerti jadi gue gak perlu repot bikin kasus ketiga.


Oiya, fans dan supporter ini tidak berlaku bagi kalian yang menyukai artis di entertainment ya, karena gak mungkin kan ada istilah supporter band Ungu, supporter Wali Band, yang ada cuman fans, terbagi menjadi fans (saja) dan fans fanatik.
Tulisan Admin @JakMania_BARA

Hari Ini Kubuktikan Kecintaanku

Mingu, 18 Mei 2014 kubuktikankembali kecintaanku terhadap tim Macan Kemayoran. Kali ini tidak nonton langsung distadion, tapi hanya di depan layar TV. Tak apalah yang penting aku bisa mendukung tim kebangganku berlaga. Sama seperti saat aku ikut tour pertama, nobar pertamaku pun juga saat Persija melawan Arema Cronus.
Bersama dengan anggota The Jakmania Banjarnegara yang lain, kami pun langsung cap cus menuju tempat nobar yang sudah disepakati dan kali ini bertempat di saung tapen klampok.
Sampai disana aku pun bergegas turun dari mobil dan segera merapatkan barisan dengan anak The Jakmania Banjarnegara yang lain yang telah sampai terlebih dahulu. Ternyata kick off babak pertama telah dilakukan dan waktu telah berjalan sekitar 20 menit, dan selama itu juga aku tertinggal momen-momen yang dialami tim Oren.
Yaaa sudahlaah..
Masih ada banyak waktu. Wajah antusias bercampur dengan tegang pun terlihat dari wajah mereka, diselangi dengan sorakan dan teriakan kala tim kami mendapatkan peluang dan berharap Persija menang membawa oleh-oleh 3 point dari malang. Waktu terus bergulir dan saling jual beli serangan pun terus dilakukan hingga akhirnya peluit tanda berakhirnya babak pertama pun terdengar, skor sementara masih 0-0.
Sambil menunggu babak kedua dimulai, kami membahas beberapa agenda yang akan dijalani dengan ditemani makanan dan minuman untuk sedikit membasahi tenggoroka kami setelah bersorak sorai mendukung Persija.
Tak lama kemudian para pemain dari kedua tim pun mulai memasuki lapangan, dan peluit babak kedua pun dibunyikan. Sama seperti pada diawal, babak kedua pun beralan dengan apik. Permainan cantik pun disuguhkan oleh kedua tim. Waktu terasa sangat cepat bergulir, hingga waktu menunjuk pada menit ke 81 dan pada menit itu juga tim lawan (Arema) berhasil unggul dari tim Persija melalui tendangan yang berawal dari FS dan blunder yang dilakukan oleh kiper Persija (Andretany) akhirnya mengubah angka di papan skor menjadi 1-0 untuk tim lawan.
Sejenak kami terdiam dan dalam hati barkata, apakah Persija akan kembali kalah melawan tim yang sama?emm..tapi aku harus membuang jauh-jauh pikiran itu. Karena kami yakin, tim Oren ku selalu mempunyai asa yang membara disetiap laga, dan masih ada sedikit waktu untuk bisa menyamakan kedudukan.
Tapi apa yang aku pikirkan tak seritme dengan apa yang terjadi dilapangan, karena wasit telah meniup peluit tanda pertandingan usai dan kami harus menerima kekalahan lagi.
Kali ini kesetiaan ku terhadap Persija benar-benar diuji, karena pertama ikut tour dan nobar bareng Jakmania Banjarnegara aku harus menyaksikan tim kebanggan ku mengalami kekalahan beruntun dari tim yang sama yang juga kami anggap saudara.
Kecewa...
Sedih...
Sudah pasti aku rasakan. Tapi tekadku sudah bulat, aral yang melintang takkan mampu membuat pudar rasa cintaku terhadap tim dengan julukan Macan Kemayoran. Dan kami harus menerima kekalahan walaupun pahit.
Tak usah bersedih Macan, kami akan selalu menjadi bayanganmu. Tak perduli hasil yang kau dapatkan kami akan selalu berada bersamamu.
Karena “keringat adalah hasil jerih payahmu yang terbayar dengan semangat yang kau ambil”.
Usaplah keringat yang mengalir membasahi keningmu
Angkatlah keatas dagumu yang tertunduk layu
Jangan menyerah..jangan mengalah..
Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara
Yakin dan pastikan inilah puncak segalanya
Berbanggalah..karna kau adalah...
SANG JUARA



“KANGGO PERSIJA APA BAE TAK LAKONI”
Tulisan anggota @JakMania_BARA

Jakmania Banjarnegara Siapkan Para Macan

Jelang Turnamen Futsal Jakmania Outsider Jakmania Banjarnegara siapkan para macan, akan diadakannya acara turnamen ini guna menjalin kehangatan dan tali silaturahmi antar anggota Jakmania Outsider Ja-Teng bagian selatan. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya turnamen ini merebutkan piala bergilir, dan diadakan setiap 6 bulan sekali.

Turnamen yang diikuti 8 Kabupaten ini diadakan dikebumen, dan salah satu pesertanya Jakmania Banjarnegara. Seperti yang diungkapkan Bayu Setiyo, "Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Dan kami yakin juara kali ini adalah Jakmania Banjarnegara" Saat ditanya soal kesiapan Jakmania Banjarnegara, para pemain sudah berlatih sejak tanggal 11/5 lalu.

Setelah acara latihan selesai kemudian all anggota Jakmania Banjarnegarapun pulang, tepat pukul 18.30 WIB kembali berkumpul disaung tapen klampok untuk acara nobar Arema Cronus vs PERSIJA JAKARTA. Nobar kali dihadiri sekitar 25 anggota. dan seperti biasa setelah acara pertandingan selesai kuiz segera dimulai.

Pertanyaan yang diungkapkan Boim memancing para anggota untuk beadu argumen. Apin, Firhan, Astiko, Hamzah, dan Peterpun maju untuk beradu argumen. Setelahnya Hamzah keluar sebagai pengelontar argumen terbaik versi anggota yang lain. ciie selamat ya :p. "Kuiz kecil seperti inilah yang nantinya akan menjadi semangat mereka untuk mau berkumpul" ungkap Boim saat akhir acara tersebut.

Gallery Foto Futsal Dan Nobar

Walau Kalah Aku Takkan Lelah

Hari itu, Sabtu, 3 Mei 2014 adalah hari yg kutunggu - tunggu, hari dimana pertamakalinya aku menjadi suporter yang nyata. diawali dengan perkenalanku dengan salah seorang anggota Jakmania Banjarnegara kemudian dia mengajakku untuk datang langsung kestadion, awalnya sulit untukku mengatakan iya karna statusku wanita dan belum tentu kedua orang tuaku mengijinkanku.

Setelah semua beres dan ijin dari orang tua aku dapatkan akupun berangkat bersama teman semua Jakmania Banjarnegara yang saat itu ikut Tour, sempat mundur dari yang dijadwalkan akhirnya selepas badha isya kamipun berangkat. Perjalanan dimulai, sebuah mobil APV mengangkut 9 orang Jakmania Banjarnegara dengan penuh semangat.

Awalnya aku malu untuk ikut berkecimbung dalam canda tawa mereka anggota lain yg telah lebih dulu bergabung dengan Jakmania Banjarnegara, tapi setelah beberapa saat kamipun larut dalam canda tawa malam. Mobil dipacu kencang, hati ini tak sabar ingin segera sampai tujuan. Tak terasa kamipun berhenti sejenak di rumah makan daerah Tegal, sejenak beristirahat dan mengisi perut.

Waktu menunjuk pada jam 22.30 WIB, kami lanjutkan perjalanan canda tawa kembali tersiung dalam gelapnya suasana malam dalam sebuah mobil. selang beberapa saat aku terlelap. entah mimpi apa aku yg pasti hati ini selalu mengatakan AKU INGIN CEPAT SAMPAI.

Ketika aku terbangun ternyata kami sudah berada di daerah cikampek, semakin berdebar hati ini. Tepat pukul 09.00 WIB kamipun tiba diJAKarta, kota yang kami tuju berdebar jantung ini. Kamipun langsung menuju tempat Om Teguh Suprianto, salah seorang anggota Jakmania Banjarnegara yg menetap di Ibu Kota. Sarapan pagi menyambut kedatangan kami, setelahnya kami mandi dan sejenak beristirahat.

Tepat pukul 12.30 WIB kami pergi, menuju Kota Tua dan Monas tentunya. Dalam hati masih canggung untuk ikut berbaur tapi aah sudahlah aku anggap mereka keluargaku sendiri. dan setelah puas berwisata kamipun tancap gas menuju stadion tempat dimana PERSIJA bertanding melawan tamunya Arema Cronus. Sampai disana aku terasa bingung. tidak seperti yang aku bayangkan banyak ternyata teman - teman lain yang mengenal kami.

Pukul 17.30 WIB kamipun beranjak memasuki stadion, aku melihat sekeliling dan ohh Tuhann aku seperti bermimpi, kini aku benar - benar menjadi penonton nyata, Jakmania nyata yang bukan hanya menonton dari layar kaca. aku ikut dengan mereka ditribun Curva Nord sektor 7. Pertandingan dimulai aku bahagia. Aku bersorak, aku bernyanyi, mengikuti gerakan teman - teman yang lain.

Tapi sayang, dimenit akhir Arema mendapat hadiah penalty dari wasit yang memimpin jalannya pertandingan. dan GOL arema berhasil unggul dari PERSIJA 1-0 lewat gol tendangan penalty. Peluit panjangpun berbunyi skor berkahir PESIJA (0) - (1) Arema. Dalam hati kecil aku bahagia namun terasa kecewa, entahlah aku tak bisa mengungkapkannya dengan kata - kata.

Kamipun beranjak keluar dari stadion, sejenak beristirahat diHall Basket GBK akhirnya kamipun pulang. dengan sedikit rasa kecewa namun penuh dengan pengalaman yang rasanya tak bisa kuungkapkan dengan kata - kata. Mungkin terlalu lebay bagi sebagian orang, namun bagiku ini pengalaman yang sangat indah. Satu kata dariku "Walau Kalah Aku Takkan Lelah"

Tulisan salah seorang anggota @JakMania_BARA
Atik Herawati
Gallery Tour Persija vs Arema 4 Mei 2014

Pantaskah?

Haruskah kami diam membiarkan suara dan bisikan kebencian serta kebohongan yang keluar dari mulutmu yang penuh dengan racun,wahai bapak yang berseragam? Seragam yang menempel dibadanmu sepertinya hanya sebagai tameng untuk menutupi tingkah lakumu yang tak sesuai dengan slogan instansi mu saja Senjatamu adalah Tembakan kebohongan Yang tak segan” kau luncurkan untuk mematikan kami Karna tembakan palsumu itu hanya untuk satu posisi saja, Tanpa memilah mana yang benar dan mana yang salah Nampaknya kau sangat berambisi untuk menghakimi kami Perangai seperti itukah yang kau banggakan ? Apakah label sebagai seorang abdi negara masih pantas disematkan pada dirimu?
#‎sejenak‬ menundukkan kepala


"Tulisan salah seorang anggota @JakMania_BARA Atik Herawati

Sleman Kami Datang Kami Menang

Siang itu 22 agustus 2013,,,saya sedang berada di alun2 banjarnegara,karena hari itu Ultah Banjarnegara ke 180 tahun . . .
seperti biasa,sambil online akun twiter The jakmania banjarnegara,upload foto2 kegiatan di yg sedang berlangsung saat itu,,,di tengah2 ketidak jelasan dmn akan berlangsungnya laga panas (yg tertunda) Persija vs Persib,saya baca dari JakOnline bahwa Pertandingan tersebut Fix akan berlangsung di sleman . . .

seketika hp langsung ramai sms dan bbm tentang berita tersebut,,,,
malamnya.langsung aq hubungi teman2 Jakmania banjarnegara.mulai merencanakan untuk melakukan tour kesana . . .ada beragam balasan,ada yg siap ikut,ada yg blm jelas,ada pula yg langsun menolak hehehe
mepetnya waktu sempat menjadi kendala.mau pake apa kesana.akhirnya di putuskan memakai mobil L300.yah pasti berfikir cm muat berapa ? memang tidak banyak,tp lumayan,bisa di bikin muat 14orang....
tgl 28 agustus 2013,hari yg di tunggu,datang,kami berangkat jam 6 dari banjar,berbekal uang seadanya,
kami berangkat kesana,meski harus dg bolos sekolah dan jg bolos kerja . . .demi rasa cinta ke persija,

SLEMAN kami datang begitu mobil mulai bergerak.sepanjang jalan kami mendengarkan musik2 persija,semakin menambah semangat kami . . .


sampai disana,makan,kumpul sama teman2 yg lain,nyari tiket dan perlahan2 masuk stadion . . .
sebenarnya Keadaan nyaman saja sebelum "mereka" datang dan membuat ulah....
pertandingan terhenti beberapa kali karena terjadi insiden...dan yg pasti kami yg jadi saksi disana,terserah berita yg kemudian ramai di dunia maya :)
pertandingan selesai,dg Hasil seri 1-1 . . .
sempat di tahan di stadion oleh pampel dan polisi,kami perlahan2 keluar dr stadion,berkumpul lagi di luar dg teman2 yg lain dan bersiap untuk pulang . . .
Hari itu,,,,hari yg takan terlupakan . . .
The Jakmania Banjarnegara ada untuk Mendukung Persija . . .
mendukung dengan cinta,mendukung dengan hati,
terima kasih persija atas semangatmu . . .
kami berjanji,kalian takan pernah sendiri . . .
Sleman Kami Datang Kami Menang . . .
@Bayu_Setiyo20 Gallery foto tour sleman

Berdirinya The JakMania Banjarnegara


Awal Berdirinya Jak Banjarnegara Diawali dengan kecintaan gw terhadap Persija, gw mempunyai ide untuk bikin suatu komunitas pecinta Persija di daerah gw. Memang di daerah gw banyak pecinta persija tapi buat nyatuin mereka sangat sulit, kebanyakan karena gw ga kenal. Saat itu temen gw yang bener2 cinta sama Persija cuma 1 sebut saja namanya Agin. Sebelum berdirinya Jak Banjarnegara kami berdua memang sering ngumpul bareng Jak Purwokerto karena massa mereka yang sudah agak banyak kalo ngga salah saat itu ada 30an.

Ide buat komunitas di daerah sendiri muncul dalam benak gw, saat itu gw berjuang buat ngumpulin para pecinta Persija di daerah gw tentunya bersama sahabat gw Agin. Gw bikin Questioner tentang Persija buat gw bagi2in ke sekolah2. Hampir 1 minggu gw bagi2 questioner. setelah semua terkumpul dan gw data memang banyak yang suka Persija, tentu dengan alasan berbeda2. tapi itu hanya sebatas suka, bukan cinta Persija dari hati yang paling dalam.Saat itu pun gw sudah putus asa, tekad gw buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw ga bakal terwujud, apalagi temen gw Agin kuliah di luar kota jadi kami sudah jarang berkomunikasi. Setelah sekian lama tekad itupun muncul kembali setalah gw curhat ke panutan gw, yaitu sapa lagi kalo bukan Bung Ferry. Dari beliaulah semangat buat nyatuin pecinta Persija di daerah gw muncul kembali. Waktu itu memang lagi rame-ramenya dengan situs jejaring Sosial facebook. Terus gw coba iseng-iseng bikin grup "Jakmania Banjarnegera Community", banyak juga yang gabung pada saat itu, banyak sms juga masuk ke hp gw nanyain home base Jak Banjarnegara, kebanyakan orang asli Banjarnegara pecinta Persija yang tinggal di Jakarta.
Saat itu gw ngga menyiakan kesempatan buat ngumpulin mereka, saat itu cuma orang 4 yang kumpul cuma buat sekedar sharing tentang kecintaan mereka terhadap Persija, jauh dari perkiraan gw sebelumnya. Mereka adalah Dodo, Gunawan, Bang Teguh (kakak Gunawan) dan tentunya gw sendiri Dhanz. Bang Teguh emang sudah jadi anggota Jakmania, gw juga banyak belajar dari dia. Semakin lama semakin banyak juga yang pengin gabung di Jakmania Banjarnegara, Banyak dari mereka yang masih sekolah, jadi buat ngumpul2 seringnya hari minggu. Pas waktu ngumpul pertama anak yang dateng kira2 cuma 10 anak, gw liat mereka memang para oren sejati. Saat itu juga pun gw langsung mempunyai ide tuk bikin kaos, mungkin salah satu cara nyebarin virus oren melalui bikin kaos ini. Dan ternyata perkiraan gw bener banyak yang mulai minat buat gabung bareng kami. Pas acara ngumpul selanjutnya memang banyak yang dateng. bisa dibilang paling banyak, kalo ga salah saat itu ada 25 anak yang ikut kumpul, bukan cuma dari laki2 saja dari kaum hawa pun ada yang ikut gabung, tapi cuma 5 orang saja.Dan saat itu tanggal 27 Juni 2010 temen2 banyak yang usul buat bikin susunan organisasi biar lebih terkordiniir, kebetulan pas yang lagi ngumpul banyak jadi gw setuju tuk bikin susunan organisasi . Waktu itu memang semua langsung nunjuk gw buat jadi ketua Jak Banjarnegara, mungkin karena mereka anggep gw pemersatu para pecinta Persija di Banjarnegara. Jadi gw bertugas buat mengkoordinir semua anggota Jak Banjar.Jak Banjarnegara pun kami resmikan berdiri tanggal 27 Juni 2010. Acara ngumpul selanjutnya gw berniat buat bikin banner, yang nantinya bakal kami bawa saat nonton Persija bertanding.

Seperti yang Bung Ferry bilang ke gw, "Jumlah ga penting, yang penting kalian Solid" memang saat itu jumlah kami sekitar 30anak, dan apa yang gw khawatirkan terjadi satu per satu anggota banyak yang sudah ga aktif lagi, kebanyakan memang kuliah di luar kota, tapi banyak juga yang mengundurkan diri dan memilih ikut komunitas genk motor. Dan sampe saat ini yang masih aktif kira2 10 anak. mungkin 10 anak ini yang bener2 mencintai Persija dari hati.

Tur Pertama kali Jak Banjarnegara nonton Persija adalah saat Persija vs Persela Lamongan di Semarang, saat itu kami berangkat dengan naik mobil kira-kira yang ikut waktu itu 8 anak. Ada yang menarik dan bikin gw salut sama anggota gw yang satu ini namanya Rifki, kebetulan waktu itu hari sabtu. Saat itu pun gw bersama anggota lain yang ikut tur sudah berkumpul di alun2 Banjar, dari Banjar berangkat pagi sekitar jam 8.00. Pas semuanya dah siap kami pun pergi ke Semarang, tapi tiba2 Rfiky telpon gw buat ikut nonton, gw kira dia emang ga jadi ikut karena dia lagi ada ujian, pas dia udah sampe di alun2 gw tanya "katanya ga jadi ikut lu" dia jawab " gw abis di kejar satpam sekolah, tadi gw lompat pager cuma pengin nonton Persija, gw bolos buat Persija, ayo kita berangkat". Salut gw ama dia, bela2in bolos ujian cuma pengin nonton Persija. ga salah sama jargon Jak Banjarnegara "KANGGO PERSIJA APA BAE TEK LAKONI" (Demi Persija Apapun Kulakukan)

Sudah 1 tahun lewat Jak Banjarnegara berdiri, susah senang kami jalani bersama entah itu saat tur nonton Persija atau cuma sekedar ngumpul. Jujur bagi gw atau mungkin bagi rekan2 Jak Outsiders yang lain sangat menyayangkan kejadian rekan2 Jakmania di Jakarta yang ribut dengan sesama Jakmania juga. Disaat Jakmania outsiders mati2an berjuang cuma buat bisa nonton Persija berlaga, sedangkan rekan Jakmania yang berada di Jakarta malah ribut sesama Orang oren. sekian tulisan dari gw mengenai awal adanya Jakmania Banjarnegara ini. Bagi temen2 Jakmania outsiders lain tetap semangat dukuung Persija, meskipun kita ngga tinggal di Jakarta, tapi Persija yang menyatukan kita semua.
SAJETE sekangi Jakmania Banjarnegara
KANGGO PERSIJA
APA BAE TEK LAKONI
Dhanz DeLonge
 
Support : All Crew The JakMania Banjarnegara | @JakMania_Bara |
Copyright © 2014. The JakMania Banjarnegara - All Rights Reserved
Template Modify by AR
Proudly powered by Blogger